Belajar dari Shenzhen China, Pramono Mau MRT Jakarta Bisa Layani Jutaan Penumpang per Hari

2026-04-23    HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin meningkatkan jumlah penumpang MRT hingga jutaan orang dengan belajar dari sistem transportasi di Shenzhen, Tiongkok.

Hal itu disampaikan Pramono usai bertemu dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Rabu (22/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Shenzhen Metro Group untuk pengembangan kawasan berbasis transit (transit oriented development/TOD) serta sistem transportasi terintegrasi.

“Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya,” kata Pramono dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).

Pramono mengatakan, Shenzhen dipilih sebagai contoh karena dinilai berhasil mengelola transportasi umum yang efisien dan terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya.

Ia juga membandingkan perbedaan antara Shenzhen dan Jakarta yang masih cukup jauh.

Sistem metro di Shenzhen mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari dengan jaringan sekitar 635 kilometer.

Sementara itu, layanan PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini baru melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari.

Menurut Pramono, kondisi ini menjadi alasan penting bagi Jakarta untuk mempercepat pengembangan MRT dan kawasan TOD.

“Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” kata Pramono.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan TOD di Ibu Kota.

Ia menyebut pengalaman Shenzhen dapat menjadi referensi dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Tuhiyat.

Sementara itu, Deputy Party Secretary dan General Manager Shenzhen Metro Group, Huang Liping, menilai langkah Jakarta sudah tepat dengan menjadikan TOD sebagai dasar sistem transportasi kota.

Ia mengatakan, perencanaan metro sejak awal bisa membantu orang bepergian, sekaligus mendorong ekonomi dan perkembangan kota.

“Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti," kata Liping.

"Kami mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang