
JAKARTA, iDoPress- Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mengungkap dugaan pembagian uang Rp 20 juta kepada tujuh orang, termasuk pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), usai demo pada Senin (15/6/2026).
Dugaan tersebut mencuat dalam forum mahasiswa yang digelar di lingkungan kampus, Senin (22/6/2026) malam.
Forum itu diadakan sebagai tindak lanjut atas polemik pertemuan sejumlah pengurus BEM UBK dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai menjalankan aksi demonstrasi.
Salah satu peserta forum sekaligus mahasiswa FH UBK Na'ilah Panrita Hartono mengatakan, dugaan pembagian dana itu terungkap setelah Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, memberikan penjelasan di hadapan mahasiswa.
"Dia menjelaskan kronologinya terkait penerimaan uang tersebut. Dari penjelasan yang disampaikan, kemudian terungkap bahwa uang itu telah dibagikan kepada beberapa orang," ujar Na’ilah saat berbincang dengan iDoPress, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, total dana yang dibagikan mencapai Rp 20 juta.
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam forum, Abdi disebut menerima bagian Rp 6 juta. Sementara sisanya dibagikan kepada enam orang lainnya.
Enam nama lain yang disebut menerima aliran dana itu adalah Wakil Ketua BEM FH Rafli Maulana Akbar, Ketua BEM FE Pujiono, Wakil Ketua BEM FE Rafli Bastian, Mubarak Fosamu, serta dua orang yang disebut sebagai senior organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakni Amiruddin Emon dan Syafruddin Eno.
"Setelah ditelusuri lebih lanjut, ada tujuh orang penerima dari uang Rp 20 juta tersebut," kata dia.
Berikut rincian penerimanya:
Muhammad Abdimaludin sebesar Rp 6 juta
Rafli Maulana Akbar sebesar Rp 2,5 juta
Pujiono sebesar Rp 2 juta
Rafli Bastian sebesar Rp 2 juta
Mubarak Fosamu sebesar Rp 2,5 juta.
Amiruddin Emon sebesar Rp 2,5 juta.
Syafruddin Eno sebesar Rp 2,5 juta.
Forum mahasiswa itu digelar setelah muncul tuntutan transparansi dari mahasiswa terhadap sejumlah pengurus BEM yang sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden Gibran.
Mahasiswa mempertanyakan latar belakang pertemuan tersebut serta sejumlah isu yang berkembang setelahnya.
“Banyak mahasiswa yang merasa dirugikan atas kejadian kemarin. Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan, seperti bagaimana mereka bisa bertemu, mengapa mereka mau bertemu, dan mengapa Gibran memilih menemui mahasiswa UBK,” kata dia.
Menurut Na’ilah, kegiatan sempat berlangsung alot karena beberapa pihak yang diminta memberikan penjelasan tidak hadir sejak awal forum.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga mempertanyakan sumber dana Rp 20 juta yang disebut telah dibagikan kepada tujuh orang itu.